Pasti inget tentang kehidupan itu bagai roda yang akan selalu berputar tidak semuanya akan berada pada posisi teratas suatu saat akan berada di posisi bawah pula tidak selamanya yang kaya akan kaya dan tidak selamanya miskin itu miskin pada saatnya pun dia akan menjadi kaya.Pasang surut kehidupan dengan segaral bumbu di dalamnya sedih suka gembira luka canda dan tegang semua sudah biasa di suka dan di benci berkawan dan di musuhi sudah menjadi hal yang wajib dalam jalan kehidupan ini.
Masing masingnya pasti memiliki titik jenuh ya titik di mana otak tidak dapat berpikir realistis dan jernih yang ada hanya kebuntuan belaka dimana egopun akan menguasai menjadi bahagia dan suka selama hidup bukan perkara yang mudah tidak semua orang dapat merasakanya memang kita hanya makhluk yang tidak bisa semena mena menentukan arah hidup kita tidak bisa semauanya hidupnya ingin bahagia dan di sukai.
Sang maestro kehidupan sudah punya rencana sendiri masing masing yang berjalan di bumi punya catatan masing masing.Curahan ini tidak hanya curahan belaka tidak seumbar menulis sesuatu curahan ini terdapat dari sebuah hati hati yang sedang berontak,kebingungan tidak tau arah atau bisa di bilang tersesat dalam pencarianya walau telah berlabuh namun masih ada yang mengganjal.
Apa yang di tulis berdasarkan pengamatan dengan mata dan mendengar lewat telinga Menggambarkan dengan hati bagaimana muaknya dengan orang orang yang mengoloknya dan terkladang ingin sekali kali membantai orang yang memuakkan namun syukur yang selalu di syukuri pengontrolan dirinya yang hebat menjadi sebuah anugrah.Walau kesedihan datang silih berganti layaknya sebuah terminal ataupun statsiun kesedihan itu berhenti mengisi lerung yang kosong.
Tidak tahau apa yang harus dilakukan?Kekosongan memang selalu ada dan tidak sekali dua kali namun itu selalu datang akan kapanpun kosong.Ingin rasanya memperbaiki namun waktu tidak mungkin berputar kebelakang mau tidak mau dia harus maju life must go on jika berhent i hanya tinggal menunggu waktu kapan hati akan tergilas oleh kejamnya perasaan dan keji kehidupan yang tidak pernah berakhir.
